Selasa, 23 November 2021

SEJARAH TERBENTUKNYA NAMA ERENG-ERENG KEC. TOMPOBULU KAB. BANTAENG

 SEJARAH TERBENTUKNYA NAMA ERENG-ERENG

Pada zaman kerjaaan didaerah Bajeng (salah satu wilayah di Ereng-Ereng) memiliki seorang karaeng yang bernama Karaeng Bajeng. Karaeng Bajeng tersebut berbesan dengan Raja Gowa. Dimana putra Raja Gowa mempersunting Putri anak Karaeng Bajeng. Putra Raja Gowa yang telah mempersunting putri karaeng Bajeng kembali ke Gowa dengan membawa segenggam tanah (Butta Sikangkang) dari Ereng-Ereng (Konon masih boluoa dan bontoa), yang selanjutnya dibawa ke daerah Gowa dan didaerah tersebut diberi nama Bonto Langkasa. Karaeng Bontoa dan Raja Gowa serta masyarakat memmpunyai hubungan emosional yang sangat kuat antara ke dua daerah tersebut.

Pada pengakuan masyarakat di zaman penjajahan belanda saat itu masyarakat belum bermukim di wilayah Ereng-Ereng, akan tetapi masyarakat masih bermukim di wilayah Bontoa dan Buloa (masih wilayah kelurahan Ereng-Ereng saat ini), karena dimasa penjajahan Belanda saat itu masih menjadi tempat lalu lalang tentara Belanda.

Di zaman penjajahan Belanda, di daerah ini ada dua versi asal mula Ereng-Ereng, yaitu :

1.    Nama Ereng-Ereng berasal dari bahasa indonesia yaitu dari kata “Lereng-Lereng”. Nama ini dipopulerkan oleh tentara Belanda pada masa penjajahan Belanda karena letak daerah ini berada di kawasan lereng gunung lompo battang, lalu kemudian berubah menjadi Ereng-Ereng karena pada saat itu tingkat pendidikan masyarakat masih rendah dan kemampuan untuk berbahasa indonesia masih kurang dimengerti (lemah).

2.    Kemudian nama Ereng-Ereng dari bahasa lokal yaitu ”Ere” yang artinya “Air”. Nama ini diberikan karena daerah ini memiliki air yang melimpah dimana daerah ini terdapat 3 (tiga) sungai didalamnya, yaitu Sapana, Balaninring, dan....

Pada tahun 1950 di Ereng-Ereng hanya terdapat 3 (tiga) rumah penduduk, yaitu ; rumah H. Haeruddin (saat ini sudah di rombak menjadi mushollah), rumah H. Tahero, dan rumah Dg. Sija. Diantara ketiga rumah tersebut yang masih ada saat ini rumah H. Tahero. (gambar terlampir). Dimana saat itu pada tahun 1950 rumah H. Haeruddin rumah warga yang pertama sebagai rumah batu di Ereng-Ereng dan dinobatkan sebagai rumah pertama batu di kecamatan tompobulu.

1 komentar: