SEJARAH TERBENTUKNYA NAMA ERENG-ERENG
Pada
zaman kerjaaan didaerah Bajeng (salah satu wilayah di Ereng-Ereng) memiliki
seorang karaeng yang bernama Karaeng Bajeng. Karaeng Bajeng tersebut berbesan
dengan Raja Gowa. Dimana putra Raja Gowa mempersunting Putri anak Karaeng
Bajeng. Putra Raja Gowa yang telah mempersunting putri karaeng Bajeng kembali
ke Gowa dengan membawa segenggam tanah (Butta
Sikangkang) dari Ereng-Ereng (Konon
masih boluoa dan bontoa), yang selanjutnya dibawa ke daerah Gowa dan
didaerah tersebut diberi nama Bonto Langkasa. Karaeng Bontoa dan Raja Gowa
serta masyarakat memmpunyai hubungan emosional yang sangat kuat antara ke dua
daerah tersebut.
Pada
pengakuan masyarakat di zaman penjajahan belanda saat itu masyarakat belum
bermukim di wilayah Ereng-Ereng, akan tetapi masyarakat masih bermukim di
wilayah Bontoa dan Buloa (masih wilayah kelurahan Ereng-Ereng saat ini), karena
dimasa penjajahan Belanda saat itu masih menjadi tempat lalu lalang tentara
Belanda.
Di
zaman penjajahan Belanda, di daerah ini ada dua versi asal mula Ereng-Ereng,
yaitu :
1.
Nama Ereng-Ereng berasal dari bahasa indonesia yaitu dari
kata “Lereng-Lereng”. Nama ini
dipopulerkan oleh tentara Belanda pada masa penjajahan Belanda karena letak
daerah ini berada di kawasan lereng gunung lompo battang, lalu kemudian berubah
menjadi Ereng-Ereng karena pada saat itu tingkat pendidikan masyarakat masih
rendah dan kemampuan untuk berbahasa indonesia masih kurang dimengerti (lemah).
2.
Kemudian nama Ereng-Ereng dari bahasa lokal yaitu ”Ere” yang artinya “Air”. Nama ini diberikan karena daerah ini memiliki air yang
melimpah dimana daerah ini terdapat 3 (tiga) sungai didalamnya, yaitu Sapana,
Balaninring, dan....
mantap dan kembangkan
BalasHapus